TEOLOGI KERAMATAMAHAN (HOSPITALITY) : MERESPON KETENGANGAN SOSIAL DAN POLARISASI AGAMA DALAM BUDAYA KOMUNAL ASIA

Authors

  • Sridayanti Ratte Tasik Institut Agama Kristen Negeri Toraja Author

Keywords:

keramatamahan, ketengangan sosial, polarisasi agama

Abstract

Ketegangan sosial dan polarisasi berbasis agama telah menjadi tantangan utama dalam 
kehidupan komunal masyarakat Asia, di mana keragaman budaya dan keyakinan hidup 
berdampingan namun sering kali memicu konflik akibat perbedaan pemahaman, prasangka, dan 
perebutan sumber daya. Tulisan ini menyusun konsep teologi keramahtamahan sebagai 
kerangka berpikir dan tindakan untuk menjawab tantangan tersebut. Melalui penelitian 
kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis teologis kritis, penelitian ini 
menguraikan makna keramahtamahan dari perspektif teologi Kristen serta keterkaitannya 
dengan nilai-nilai komunal yang sudah ada di Asia. Penelitian ini menggunakan teori etika 
relasional dan teologi inkulturasi sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 
keramahtamahan bukan sekadar tindakan sopan santun, melainkan tanggung jawab teologis 
untuk menerima, menghargai, dan memelihara hubungan dengan sesama termasuk mereka 
yang berbeda agama dan budaya. Dalam budaya komunal Asia, nilai seperti gotong royong, 
saling menghormati, dan kebersamaan memiliki titik temu yang kuat dengan konsep 
keramahtamahan ini. Pembahasan menegaskan bahwa penerapan teologi keramahtamahan 
dapat menjadi jembatan pemulihan hubungan, meredakan ketegangan, dan membangun ruang 
dialog yang aman di tengah keragaman. Selain itu, teologi keramahtamahan menjadi penolak 
prasangka buruk terhadap agama lain. Kesimpulan dari penelitian keramahtamahan merupakan 
jawaban teologis yang relevan dan kontekstual, yang mampu mengubah pola pikir dari 
permusuhan menjadi persekutuan, serta memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat Asia 
yang majemuk.

 

Social tensions and religious polarization have become major challenges in the communal life of Asian 
societies, where diverse cultures and beliefs coexist but often trigger conflict due to differences in 
understanding, prejudice, and the struggle for resources. This paper develops the concept of a theology of 
hospitality as a framework for thinking and action to address these challenges. Through qualitative research using a literature review approach and critical theological analysis, this study explores the meaning of 
hospitality from a Christian theological perspective and its relationship to existing communal values in 
Asia. This study uses relational ethics theory and inculturation theology as the basis for analysis. The 
results show that hospitality is not simply an act of courtesy but a theological responsibility to accept, 
respect, and nurture relationships with others—including those of different religions and cultures. In Asian 
communal cultures, values such as mutual cooperation, mutual respect, and togetherness have strong 
intersections with this concept of hospitality. The discussion confirms that the application of a theology of 
hospitality can bridge relationships, ease tensions, and build a safe space for dialogue amidst diversity. 
Furthermore, the theology of hospitality serves as a counter to prejudice against other religions. The 
conclusions of this research on hospitality provide a relevant and contextual theological response, capable 
of shifting mindsets from hostility to fellowship, and strengthening social cohesion within diverse Asian 
societies. 

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-21