INTEGRASI KEARIFAN LOKAL NTT DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN UNTUK PENGUATAN EKOTEOLOGI DI ERA DIGITAL

Authors

  • Apriliatus Laiskodat Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag NTT Author

Keywords:

Ekoteologi , Kearifan Lokal, Krisis Ekologis, Pastoral Cycle

Abstract

Krisis ekologis di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya berdimensi lingkungan, tetapi juga spiritual dan relasional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Pendidikan Agama Kristen (PAK) berbasis ekoteologi kontekstual yang mengintegrasikan kearifan lokal NTT sebagai respons terhadap krisis tersebut di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis grounded theory (open, axial, selective coding) terhadap literatur ekoteologi, PAK, dan kearifan lokal NTT (2015–2025), serta direfleksikan melalui kerangka Pastoral Cycle. Temuan utama menunjukkan: (1) krisis ekologis di NTT mencerminkan kegagalan mandat penatalayanan ciptaan sehingga bersifat krisis spiritual; (2) PAK selama ini masih berorientasi pada aspek kognitif dan belum mengintegrasikan isu ekologis serta nilai-nilai lokal secara sistematis; (3) kearifan lokal NTT seperti tara bandu mengandung nilai ekologis holistik (keseimbangan, tanggung jawab, penghormatan terhadap alam) yang selaras dengan ekoteologi Kristen. Model integratif yang dihasilkan menghubungkan empat dimensi: spiritual-teologis, kultural-adat, pedagogis partisipatif, dan transformasi digital. Kontribusi penelitian ini adalah tersedianya model pedagogis PAK kontekstual yang aplikatif dan transformatif untuk membangun kesadaran ekoteologis peserta didik yang berkelanjutan di era digital. Penelitian selanjutnya perlu menguji efektivitas model melalui studi lapangan empiris.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-21