Pemberdayaan Penyuluh Agama dalam Pencegahan Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (Ketua Tim Kerja Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur)
Keywords:
Stunting, Penyuluh Agama, Whole of Government, Literasi KesehatanAbstract
Stunting merupakan tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencatat prevalensi stunting balita tertinggi di wilayah timur Indonesia. Artikel ini membahas strategi pemberdayaan Penyuluh Agama (dan Penghulu) dalam pencegahan stunting melalui pendekatan Whole of Government (WoG). Melalui integrasi nilai keagamaan dan pesan kesehatan, Penyuluh Agama memainkan peran strategis sebagai komunikator spiritual, advokat sosial, dan agen perubahan perilaku dalam komunitas. Analisis menunjukkan bahwa efektivitas peran ini sangat bergantung pada penguatan kapasitas penyuluh, harmonisasi program lintas sektor, dukungan regulatif, dan pengakuan formal dalam sistem pelayanan publik. Pendekatan WoG membuka ruang kolaboratif antara Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, BKKBN, lembaga keagamaan, dan komunitas lokal untuk menciptakan intervensi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Artikel ini merekomendasikan penguatan pelatihan tematik, digitalisasi konten penyuluhan, pemberian insentif, serta dokumentasi praktik baik sebagai strategi optimal dalam menurunkan angka stunting melalui pendekatan iman dan komunitas.
