Peran Aktif Gereja Dalam Perwujudan Moderasi Beragama (Refleksi Iman Kristen dari Mzr. 133 Sebagai Upaya Mewujudkan Hidup Rukun Demi Kedamaian Hati)
Keywords:
Gereja, Moderasi BeragamaAbstract
Moderasi beragama merupakan ikhtiar untuk membentuk karakter moderat dalam beragama. Ikhtiar ini perlu terus dilakukan karena dalam kenyataan masih sering ditemukan konflik-konflik berlatar belakang agama yang berpotensi mengganggu keutuhan bangsa. Harus diingat bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keragaman tinggi dari aspek suku, ras, agama, bahasa, dan budaya. Jika keragaman ini tidak dikelola dengan tepat dan hati-hati maka akan menjadi faktor pemicu konflik antar umat beragama. Konflik yang dipelihara dan diperuncing nantinya hanya akan mengakibatkan kehancuran bagi bangsa Indonesia itu sendiri. Oleh karena itu, pemerintah hendaknya terus menggaungkan ikhtiar agar moderasi beragama bisa menjadi komitmen bersama setiap warga negara bukan hanya satu atau dua pihak agama.
Ajaran tentang kerukunan merupakan ajaran kebenaran rohani bahwa kehidupan rukun itu harus diwujud nyatakan sebab didalam Kristus sudah ada pendamaian, penebusan dosa sehingga umat Tuhan sudah dirukunkan dengan Allah. Sebagai orang yang sudah ditebus dan diperdamaikan dengan Allah seyogyanya mampu mewujudkan pola hidup yang seturut dengan kehendak Tuhan. Dalam hal ini hidup rukun, damai, harmonis. Pusat prilaku umat harus memandang pada kasih karunia Allah yang telah Dia wujud nyatakan. Mengapa kerukunan harus diwujudkan? Karena didalam Kristus umat Tuhan adalah satu tubuh (Roma12:5). Setiap orang membutuhkan satu sama yang lain. Oleh karena itu perlu diwujudkan pola hidup bersatu, rukun sehingga bisa menciptakan pola hidup selayaknya Tubuh Kristus.
